Minggu, 27 September 2009

.: Silaturohmi.....

Manusia adalah makhluk individu, namun dia tidak akan bisa hidup tanpa sesamanya dan mahluk hidup yang lain. Sehebat dan sekuat apapun manusia, dia membutuhkan orang lain untuk membantunya. Itulah siklus hidup yang secara alami akan terjadi. Maka perlu untuk menyambung tali silaturrahmi dengan sesamanya.

Silaturahmi tidak sekadar bersalaman tangan atau memohon maaf belaka. Ada sesuatu yang lebih hakiki dari itu semua, yaitu aspek mental dan keluasan hati. Hal ini sesuai dengan asal kata silaturahmi itu sendiri, yaitu shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang.

Tentunya kita semua berharap, semoga trah kita dapat memberikan sumbangsih yang berarti bagi keluarga, umat manusia, dan bangsa. Amin.

Sugeng Rawuh ....

Trah adalah sekelompok individu yang saling memiliki hubungan kekerabatan (silsilah) satu-sama lain. Terdapat suatu buku/catatan silsilah yang biasanya menjadi rujukan untuk menunjukkan hubungan kekerabatan itu. Hubungan kekerabatan ini kadang-kadang tidak hanya bersifat biologis tetapi juga sosial, dalam arti ada anggota yang diangkat (karena adanya perkawinan kedua atau adopsi, umpamanya) walaupun tidak terkait secara biologi.

Dalam masyarakat aristokrat, trah erat berkaitan dengan istilah dinasti atau wangsa. Dalam masyarakat timur yang mengutamakan kebersamaan, seperti yang dipraktekkan oleh sebagian suku bangsa di Indonesia, anggota trah seringkali mengorganisasikan diri untuk mempererat hubungan personal di antara mereka. Dalam masyarakat Jawa, sering kali alasan yang dipakai adalah agar mereka tidak saling melupakan satu sama lain (kepatèn obor).